Donald Trump Dalam Ancaman Pembunuhan Menhan Iran

Presiden Donald Trump mengemukakan serangan drone Amerika yang tewaskan jenderal Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani bukan buat mengawali perang dengan Iran.

Trump mengaku dia memberlakukan serangan presisi pada komandan dinas keamanan serta intelijen Iran lantaran dia memiliki rencana serangan pada Amerika.

“Kami menangkapnya dalam perbuatan itu serta menghentikannya, ” kata Trump 90bola pada Jumat, satu hari seusai serangan yang tewaskan Qassem Soleimani di lapangan terbang Baghdad, seperti diadukan CNN, 4 Januari 2020.

Trump mengemukakan di Mar-a-Lago kalau Soleimani semestinya dibunuh oleh presiden awal mulanya serta ketentuannya jadi salah satunya mencegahan serta bukan agresi.

“Kami menilainya perbuatan semalam buat menyudahi perang. Kami tak ambil perbuatan buat mengawali perang, ” kata Trump.
Walaupun Trump dalam hari Jumat mengusahakan buat memperjelas serangan itu jadi mencegahan perang, dia terus mengintimidasi banyak pemimpin Iran dengan serangan seterusnya apabila mereka menyambung lakukan tindakan de-stabilisasi di Timur Tengah.

“Kami tidak akan pergantian rezim, ” kata Trump, sembari memberi tambahan kalau pemanfaatan perang proksi Iran mesti selesai.

Ini Beberapa Titik Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta

Sesaat Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami mengemukakan Iran bakal membalas dendam atas pembunuhan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, menurut kantor berita negara IRNA, diadukan Reuters.

“Balas dendam yang memusnahkan bakal diambil buat membalas pembunuhan Soleimani yang tak adil . . . Kami bakal membalas dendam dari semua yang ikut serta serta bertanggung-jawab atas pembunuhannya, ” kata Hatami.

Dilansir dari TIME, Soleimani, 62 tahun, pimpin Pasukan Quds, cabang Garda Revolusi Iran yang bertanggung-jawab buat operasi di luar negeri, dimulai dari sabotase serta serangan intimidasi sampai menyuplai milisi yang bekerja jadi pasukan substitusi Iran.

Mayor Jenderal Soleimani didapati melapor serta memperoleh perintah langsung dari serta terhadap Ali Khamenei, Pemimpin Paling tinggi Iran, menurut Sky News.

Di luar masalah dalam negeri, diatur oleh Presiden Hassan Rouhani, jenderal besar di pandang jadi orang paling kuat ke dua di negara ini. Pengamat udah membanding-bandingkan status Qassem Soleimani seperti wapres AS.