Firaun Raja Yang Kuat Serta Kejam Tetapi Tidak Berkapasitas Di Hadapan Wanita Ini

Pada eranya, Firaun raja diketahui jadi penguasa yang kejam serta ditakuti. Tidak ada satu juga orang berani menentang perintahnya. Serta seperti dikisahkan dalam Al Qur’an surah An-Nazi’at ayat 24, Firaun kumpulkan semua rakyatnya selanjutnya diakuinya jadi tuhan yang tertinggi serta tidak ada satu juga yang berani menyanggah. Firaun penguasa yang kejam. Musabab tafsiran mimpinya dari beberapa pakar nujum, ia perintahkan algojonya membunuh tiap bayi lelaki yang lahir. Karena dalam mimpinya, Firaun lihat kobaran api yang hadir mendekati dari arah Baitul Maqdis. Api itu membakar kota Mesir serta melahap semua bagiannya.

Beberapa pakar tafsiran mimpi meramalkan akan lahir satu orang bayi lelaki dari golongan Bani Israil serta akan merusak kota Mesir, Firaun. Semenjak itu Firaun seperti diceritakan dalam Al Quran surah Al-Baqarah ayat 49 memerintah algojonya untuk menyembelih tiap bayi lelaki yang lahir. Untuk bayi wanita dibiarkan hidup. Tetapi, Firaun serta beberapa algojo itu tidak berkapasitas di depan satu orang wanita. Ia ialah Asiyah binti Muzahim, istri yang benar-benar di cintai serta ditakuti Firaun. Dalam satu hari Firaun serta Asiyah duduk bersama dengan di tepi sungai Nil di sudut istana megahnya.

Mendadak sang istri kaget lihat satu kotak hitam mengapung di atas air. Selekasnya dia memerintah pelayannya untuk ambil. Sesudah kotak dibuka, istri Firaun benar-benar kaget sebab di dalamnya ada bayi lelaki yang mungil. Istri Firaun juga membatin begitu indahnya hadiah ini. Serta dia menduga ini adalah hadiah dari langit. “Ini anakku,” papar Siti Asiyah. Firaun yang melihat ini juga dibikin bingung. “Mengapa bayi ini selamat dari tindakan beberapa algojonya?”

Baca juga : KEBAKARAN BERLEBIHAN, NEGARA SISI AUSTRALIA BERLAKUKAN KONDISI GENTING

Tetapi ia tidak berani minta Asiyah menyerahkan bayi itu pada beberapa algojo. Sesaat beberapa algojo yang dengar berita itu langsung menjumpai Asiyah. Mereka minta bayi itu untuk dibunuh. Asiyah murka serta membentak beberapa algojo itu. “Pergilah kalian dari hadapanku. Sebab saya tidak memberi bayi ini pada siapa juga,” katanya. Asiyah selanjutnya menjumpai Firaun serta membujuk supaya diperbolehkan menjaga bayi kecil yang selanjutnya dinamakan Musa itu. Diceritakan dalam Al Quran, surah al Qashash ayat 9, pada Firaun Asiyah mengatakan, “(Dia, bayi kecil) ialah penyejuk mata hati bagiku serta bagimu. Jangan sampai kamu membunuhnya, semoga dia berguna pada kita atau kita mengambil dia jadi anak. Sedang mereka tanpa mengerti.”

Firaun yang dibayangi ketakutan karena tafsiran atas mimpinya, awalannya minta bayi itu supaya dibunuh. “Tidak, anak ini harus tetap disembelih. Saya takut, bila ia datang dari golongan Bani Israil, selanjutnya merusak kerajaan kita,” kata Firaun pada Asiyah. Asiyah tidak putus harapan serta terus membujuk sampai pada akhirnya Firaun tidak berkapasitas. Ia ijinkan bayi kecil Musa dirawat di istananya. Serta waktu selanjutnya Asiyah menemukan satu orang ibu untuk menyusui Musa kecil, Firaun tidak berani menampik.

Walau sebenarnya wanita yang menyusui Musa itu tidak lain ialah ibu kandungnya sendiri yang datang dari Bani Israel. Musa dirawat sampai dewasa serta jadi lelaki perkasa, pintar serta arif. Selanjutnya memang Musa melawan Firaun seperti diramalkan beberapa pakar tafsiran mimpi.