Ratna Sarumpaet Bebas, Pelapor Berikan Pendapat: Berpolitik Dengan Sehat

Ratna Sarumpaet ini hari bebas dari Rutan Pondok Bambu sesudah memperoleh pembebasan bersyarat. Bagaimana Muannas Alaidid sebagai pelapor menyikapi bebasnya Ratna Sarumpaet ini? “Jadi pelapor dalam masalah Ratna Sarumpaet, saya tidak bisa batasi apa sebagai hak terpidana terhitung hak Ratna untuk mendapatkan pembebasan bersyarat,” jelas Muannas dalam infonya, Kami s(26/12/2019).

Menurut Muannas, Ratna Sarumpaet punya hak itu, selama ikuti ketentuan serta mekanisme yang berlaku. Selama ketentuan serta mekanisme tercukupi sesuai dengan ketetapan UU dalam pemberiannya, pasti siapa saja tidak dapat kita batasi diantaranya 2/3 si terpidana telah jalani waktu tahanannya,” paparnya. Selanjutnya, Muannas merekomendasikan supaya Ratna menuai pelajar dari masalah itu. Muannas menyarankan supaya Ratna berpolitik dengan sehat serta tidak membuat kerusuhan. “Mudah-mudahan momen ini menyadarkan beliau tidak untuk mengulang tindakannya, berpolitiklah dengan sehat bukan dengan menghalalkan semua langkah,” tandas Muannas.

Baca juga : Ada ke Jakarta, Yoon WINNER Mengakui Sukai Nasi Goreng

Ratna Sarumpaet bebas dari Rutan Pondok Bambu ini hari. Desmihardi sebagai kuasa hukum Ratna Sarumpaet, menyebutkan client-nya bebas sesudah memperoleh pembebasan bersyarat. Di hari ini tanggal 26 Desember 2019, Ibu Ratna Sarumpaet dengan sah bebas serta keluar dari Lapas Wanita Kelas II-A Pondok Bambu. Pembebasan ini diberi sesudah permintaan pembebasan bersyarat (PB) Ibu Ratna diterima serta dipenuhi,” tutur kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi, pada wartawan, Kamis (26/12/2019).

Desmihardi menjelaskan, tidak hanya mendapatkan SKPB, Ratna mendapatkan remisi Idul Fitri serta 17 Agustus hingga, bila dihitung, Ratna cuma jalani kurungan sepanjang 15 bulan penjara dari vonis yang dijatuhkan hakim sepanjang 2 tahun penjara. “Ibu Ratna memperoleh remisi Idul Fitri serta 17 Agustus yang diberi oleh Menkum HAM hingga, dari keseluruhan 2 tahun hukuman penjara, Ibu Ratna Jalani waktu hukuman lebih-kurang 15 bulan, terhitung semenjak Oktober 2018,” tuturnya.

Awalnya, Ratna Sarumpaet divonis 2 tahun penjara. Hakim mengatakan Ratna Sarumpaet dapat dibuktikan bersalah menebarkan berita bohong (hoaks) penganiayaan. Ratna selanjutnya ajukan banding atas vonis ini, tetapi Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menampik usahanya itu. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperkuat vonis 2 tahun penjara Ratna Sarumpaet dalam masalah hoaks penganiayaan.